Kamis, 08 Mei 2014

Dingin.



Entah apa yang kurasakan saat ini
Entah itu rindu yang menggebu – menggebu
Entah akumulasi dari suatu rasa yang tak kunjung kutemui
Aku merasakan ada sesuatu yang dingin kepadaku
Apakah itu?
Ya sikapmu kepada ku
Sikap yang sudah lama aku khawatirkan
Sikap yang sangat berbeda seperti yang dulu aku rasakan
Perhatianmu berubah menjadi acuh
Seakan – akan tak peduli lagi mengenai tentangku
Dulu, aku tau bahwa kau selalu memperhatikanku
Mungkin kau juga mengagumiku, meskipun aku tak pantas untuk kau kagumi
Dan kau menyamarkan identitas menjadi “cinta” agar dapat berkomunikasi denganku
Tapi sekarang, 
semua hanya tinggal masa lalu

Meskipun masa lalu biarlah menjadi suatu cerita antara kau dan aku



Kekalahan Bukan Berarti Kalah dan Menyerah.



“Jika kekalahan datang menyelimuti, bersikaplah seperti ksatria yang tetap menegakkan kepala dan cobalah untuk bangkit dari kekalahan”

 pic:google.com

Melawan Diri Sendiri.



Siapakah dirimu? Pernahkah pertanyaan itu melekat di pikiranmu?
Kamu yang selalu merasa lebih, dan selalu mencari kekurangan pada orang lain.
Dirimu yang selalu lupa akan nikmat yang telah diberikan.
Bahkan dirimu yang selalu menyakiti hati perasaan orang di sekelilingmu.
Padahal....
Dirimu sendiri merupakan suatu langkah atau penghambatnya suatu urusan..
Dirimu sendiri merupakan faktor penentu baik tidaknya kehidupan yang ada untukmu..
Dirimu sendiri merupakan menjadi penunjang dan penghambat dalam setiap kemampuan yang ada padamu..
Dan siapakah musuh terbesar itu? 
Ya, dirimu sendiri.
Dirimu yang menjadi budak nafsu dunia,
Dirimu yang tidak bisa mengendalikan emosi,
Dirimu yang hanya mengejar kesenangan semu di dunia.



Jumat, 11 April 2014

Merasa Terkhianati?


Hei, apa kabarmu cinta?
Lama tak bersua, apakah kau ingin  jumpa?
Maaf jika ku memberi harapan karena aku rasakan sulit untuk menyakiti
Namun aku juga tak kuasa untuk menjaga hati, meski engkau rasa perih.

 

Percayalah cinta, akan ada seseorang yang menjaga hati dan tak akan menggores hatimu
Percayalah cinta, akan ada seseorang yang mendampingimu untuk meraih cita
Yakinlah cinta, akan ada masa dimana dia yang engkau ragukan untuk memilihnya padahal dia sangat baik bagimu.

 
pic: google

Dan yakinlah cinta, dialah orang yang tepat untukmu, yang selalu memperhatikan mu dan memberimu semangat disetiap pagi dan senja tiba, dan dia itu bukan aku. 

Percaya dan yakinlah cinta.


Pemilu.


Yeah, pemilu calon legislatif 2014 telah kita lalui,
Ada yang menggunakan hak politiknya untuk memilih dan dipilih.
Dan ada juga yang memilih untuk tidak memilih dan tidak untuk dipilih (GOLPUT).
Apakah pemilu kita benar menerapkan asas LUBER dan JURDIL ? smoga.

Saya kira saya tidak bisa menggunakan hak pilih karena saya tidak dapat undangan untuk datang ke TPS, tapi hanya bermodal KTP domisili  daerah sini saya dapat memilih caleg.
Ketika memilih caleg, sebaiknya kita telusuri track recordnya terlebih dahulu dan memilih sesuai hati nurani, dan ketika mendapatkan serangan fajar ya kita ambil uangnya dan tidak usah memilih orangnya.
5 menit kita datang ke TPS berarti kita menentukan Bangsa Indonesia selama 5 tahun kedepan
.
Caleg pun sulit menerima kekalahan, karena telah mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk mencalonkan diri menjadi caleg. Ya tapi harus menerima konsekuensi, harus siap menerima kekalahan dengan legowo.
Tidak sedikit caleg pun merasa depresi karena obsesinya untuk menjadi anggota dewan kandas karena suara yang memilihnya tidak seperti yang diharapkan.

  
pic:google

Kepada para caleg yang kalah tentunya harus tabah, dan yang menang harus siap memegang amanah. Bukankah amanah itu akan dimintai pertanggunjawaban nantinya.

Sumber Hukum yang wajib diketahui

Hukum adalah sesuatu yang abstrak, sebab ada yang mengartikan hukum sebatas nilai, kaidah, norma, aparat penegak hukum, dan lain-lain. Bahk...

Beberapa Asas Hukum