Kamis, 03 Juli 2014

Bunga Tidur



Setiap malam dikala aku memejamkan mataku, aku berharap engkau datang menjadi bunga tidurku.
Setiap malam dikala aku berbaring menatap langit-langit kamarku, aku berharap engkau kan menjadi temanku untuk menggapai cita-cita yang kugantungkan di langit.

Dan..

Setiap malam dikala aku kedinginan terbujur kaku dalam gelapnya dunia, aku berharap dan menanti kehadiranmu untuk menyelimuti hati ini.

Marhaban Ya Ramadhan



Alhamdulillah, Marhaban Ya Ramadhan. Ramadhan tiba, Ramadhan tiba, Ramadhan tiba.
Dan kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan. Ramadhan yang selalu dinanti-nanti oleh umat Islam yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa agar menjadi orang yang bertaqwa (Q.S Al-Baqarah: 183)

Alhamdulillah, masjid menjadi ramai dan umat muslim berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan shalat wajib dan juga shalat Taraweh. Ada sahur, tadarus, dan berbuka puasa, semuanya indah dan menjadi berkah di bulan Ramadhan.

Smoga umat muslim memakmurkan masjid meskipun nantinya bulan Ramadhan telah berlalu.
Dan smoga kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan berikutnya.

Rabu, 02 Juli 2014

Bahasa.



Si Bule

Pada suatu ketika ada bule masuk ke toko dan mengawul-awul tempat perbelanjaan. Kemudian, si penjual bertanya: Please, buy mister dong. Si bule malahan cuek dan berlalu dari tempat perbelanjaan. Sebelum berlalu dari tempat perbelanjaan, si penjual teriak dasar bule gendeng! Kemudian si bule menjawab: Kulo gendeng, sampeyan edan!
Setelah diajak ngobrol oleh penjual, ternyata si bule adalah mahasiswa Belanda yang sedang mempelajari kebudayaan Jawa.hehe
(dikutip dari KR Jogja tanggal 30 Juni 2014)
Ternyata, yang kita kira tidak mengerti suatu bahasa malah mengerti, dan ia paham serta mempelajari bahasa itu.
Bahasa adalah komunikasi yang universal dan dengan bahasa kita mampu memberikan rasa dan saling mengerti satu sama lain. Salam Indonesia satu!

Rabu, 18 Juni 2014

FOKUS dan TELITI.



Seringkali kita melakukan suatu perbuatan, baik itu di rumah, di kamar kos, di sekolah, di jalan, di kampus, entah dimanapun kita berada kita dituntut untuk fokus. Di jalan misalnya, ketika berkendaraan kita harus fokus pada jalan dan juga fokus pada spion agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu juga di sekolah atau kampus, kita harus fokus untuk memperhatikan materi dari guru atau dosen yang telah menyampaikan pelajaran untuk dipahami.
Dalam menggapai cita-cita yang telah diimpikan, fokus juga harus dimiliki oleh setiap insan yang selalu berusaha secara konsisten dalam menggapai impiannya. Kebiasaan yang dimiliki oleh setiap insan akan membentuk karakter, dan karakter inilah yang menemani kefokusan dalam menggapai impian.
Selain fokus pada tujuan dan impian yang telah ditetapkan, kita dituntut juga untuk teliti dan cermat dalam proses yang dilalui, karena ketelitian dan kecermatan merupakan unsur yang sangat penting dalam berproses. Kesalahan, kegagalan dan jatuh merupakan hal yang biasa dalam menggapai impian, namun semua itu dapat diidentifikasi karena dengan adanya ketelitian dan kecermatan yang telah dilakukan.
Ketika fokus dan teliti jalan beriringan dan saling melengkapi, tentunya memberikan dampak positif yang lambat laun akan tercipta goal yang telah direncanakan. Jika fokus saja pada tujuan, namun tidak teliti maka kesalahan yang telah dialami dibiarkan berlalu. Oleh karena itu, fokus membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kecermatan sehingga apa yang telah dialami, apa yang telah dilalui,dan apa yang telah dilakukan memberikan pembelajaran untuk mengidentifikasi kesalahan yang telah dilakukan.

Apakah anda paham dengan tulisan ini?
Saya rasa tidak.
Mengapa?
Karena saya pun tidak paham.
HAHAHAH!

Salam Fokus..
Dan jangan sampai gagal fokus karena mantanmu ngajak balikan, dan gebetan kau tinggalkan.

Pemimpin Negeri.



Konstelasi politik di Indonesia saat ini semakin tinggi, sebab Indonesia sedang memasuki masa pemilihan presiden, namun saya melihat banyaknya pengamat politik dadakan yaitu masyarakat yang aktif di dunia maya (cyber), yang mana mereka mendukung capresnya dan gemar sekali menghina, mengejek, bahkan menulis kata-kata yang tak sepantasnya dilukiskan untuk calon pemimpin negeri yaitu pasangan capres yang lain. Apakah ini yang dinamakan krisis moral pada masyarakat d negeri ini? Mencaci, mengejek, dan berkata kasar menjadi hal yang lumrah? Terlebih lagi itu ditujukan kepada calon pemimpin negeri.
Jika Capresnya bisa saling rangkul, kenapa masyarakat yang mendukung dan menjadi relawan masing-masing capres harus saling sikut? Bukankah saling rangkul juga bisa dilakukan dan alangkah lebih baiknya bilabersama-sama mendukung capresnya dengan cara tidak perlu menghina dan mencaci capres yang lain.
Pastinya salah satu yang kalian caci akan menjadi pemimpin di negeri yang kita cintai ini. Mulai sekarang marilah mendukung capres tanpa mencaci pasangan capres yang lain, begitu indahnya bila kita terlarut dalam kedamaian dan bersama menuju satu tujuan.

Berhentilah mencela calon pemimpin negeri ini!

Sumber Hukum yang wajib diketahui

Hukum adalah sesuatu yang abstrak, sebab ada yang mengartikan hukum sebatas nilai, kaidah, norma, aparat penegak hukum, dan lain-lain. Bahk...

Beberapa Asas Hukum