Selasa, 17 Desember 2013

Membunuh sepi.


Di saat mentari terbit, aku pun terbangun dari mimpi.
Bukan mimpi yang membuat jiwa ini risau,
Tetapi ku membayangkan sosok yang merupakan bagian dari tulang rusukku nanti,
Yaitu
Seseorang  yang membangunkan ku dari mimpi di kala pagi datang.
Seseorang yang memberi dorongan semangat di kala letih menghampiri.
Seseorang yang senantiasa menemani di kala senja telah menepi.
Dan
Seseorang yang membasuh luka disaat jiwa telah rapuh.
Ya memang,
Setiap malam datang, selalu ada bulan yang memberikan kelembutan.
Namun, ku percaya.
Meskipun hujan dan dingin menyelimuti,
Ia selalu mengiringi langkah kaki ini pergi dengan memberikan hangat nya sentuhan dan kelembutannya.
Meskipun cuaca terik, dan panas menyelimuti,
ia pun selalu hadir menjadi tempat peneduh dan mengitari rasa ini dengan tulus.

Aku berharap suatu saat nanti kita dapat bersama – sama membunuh sepi.

Kamis, 05 Desember 2013

Coba Lagi.



Ketika masa kecil, mungkin kita sering membeli minuman kemasan yang memiliki hadiah.
Hadiah yang diperoleh tentunya setelah kita menggosok bagian atas kemasan dengan uang receh.
Dan terkadang hadiah yang diberikan dapat berupa uang kembali, mobil, motor atau “coba lagi”.
Jika untuk memperoleh hadiah dari air minum kemasan saja harus mencoba lagi,
Kenapa tidak untuk meraih apa yang kita impikan dengan mencoba lagi ?

Dalam kehidupan tentunya tidak semua masalah atau ujian itu mudah untuk dihadapi.
Tetapi kita harus mencoba agar bisa menyelesaikan ujian itu, bukan malah lari dari pertanggungjawaban.
Misalnya Pada saat perkuliahan juga, bukankah ada ujian agar kita bisa merasakan tingkatan semester?
Namun, apa yang kita lakukan jika nilai atau hasil dari ujian tadi tidak memuaskan bagi kita ?
Tentu saja kita akan mencoba lagi dengan cara mengulang mata kuliah yang sama kan.. atau biasa disebut dengan pendalaman materi.. buehehehe

Itu semua dilakukan untuk mendapatkan yang terbaik..
Begitu juga dengan proses metamorfosa di dalam kehidupan di dunia..
Jika Gagal, Coba Lagi, Coba Lagi, Coba Lagi, hingga DIA memanggil kita untuk kembali.. :) 

 

Selasa, 03 Desember 2013

Impian dan Cita-cita.


Beruntunglah kalian yang masih memiliki impian dan cita-cita.
Ketika sewaktu kecil,
Jika ditanya tentang impian dan cita-cita,
dengan mantap kita mengatakan saya ingin menjadi Polisi,
saya ingin menjadi Tentara, saya ingin menjadi Dokter, saya ingin menjadi Presiden.
Dan masih banyak lagi cita-cita yang menjadi tujuan kita sewaktu kecil.
Namun, di saat beranjak dewasa,
Tidak sedikit yang bingung dengan cita-cita dan impian nya.
Impian dan cita-cita yang dulu kita harapkan sewaktu kecil, sirna dan hilang.
Entah karena ragu dengan kemampuan nya, atau ragu dengan cita-cita yang telah di impikan.
Mari kita tanam kembali cita-cita yang dahulu kita impikan dan bermimpi lah setinggi langit,
Sebab ketika jatuh kita akan jatuh diantara bintang-bintang.
Alangkah sempitnya hidup kalau bukan karena luas nya cita-cita.
Dan
Usaha yang semakin kuat serta kebulatan tekad akan mengantarkan kepada impian yang di harapkan.
Sebab,
Bercita-cita tanpa usaha bukanlah cita-cita, tapi angan-angan.

Sumber Hukum yang wajib diketahui

Hukum adalah sesuatu yang abstrak, sebab ada yang mengartikan hukum sebatas nilai, kaidah, norma, aparat penegak hukum, dan lain-lain. Bahk...

Beberapa Asas Hukum